Minggu, 03 Juni 2018

JIWA, SEMANGAT DAN NILAI (JSN) 1945



JIWA, SEMANGAT DAN NILAI (JSN) 1945


ABSTRAK
Secara umum,Jiwa adalah sesuatu yang menjadi sumber kehidupan dalam ruang lingkup mahluk TuhanYang Maha Esa, merupakan keseluruhan keadaan batin manusia yang terdiriatas pengenalan (kognitif),perasaan (afektif),kehendak (konasi),dan psikomotorik. Jiwa45 adalah sumber kehidupan bagi perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan batin dalam merebut, mempertahankan kemerdekaan, menegakkan kedaulatan rakyat, dan mengisi kemerdekaan. 
Semangat adalah roh kehidupan yang memberi kekuatan dan dorongan berkehendak, bekerja dan berjuang baik yang datang dari dalam diri (intrinsik) maupun dari luar (ekstrinsik), dan terutama atas dasar ketakwaan. Semangat 45 adalah dorongan dan perwujudan yang dinamis dari Jiwa 45 yang membangkitkan kemauan untuk berjuang merebut, mempertahankan kemerdekaan, menegakkan kedaulatan rakyat, dan mengisi kemerdekaan.
Nilai adalah konsep abstrak mengenai suatu masalah dasar berupa norma agama, budaya dan moral bangsa yang sangat penting dalam kehidupan dan mempengaruhi tingkah laku. Nilai 45 adalah norma yang telah didapat dan disepakati sebagai ukuran dari sifat/perbuatan dan dinyatakan dalam kualitas.
Angka 45 menunjukkan tahun yang merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia dalam mengakomodasi etos kejuangan bangsa sehingga dapat memproklamasikan kemerdekaan bangsa. Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 45a dalah dasar, kekuatan, daya dorong dan moral perjuangan bangsa. Merupakan suatu rangkaian kata yang erat berkaitan, dapat di bedakan tetapi tak dapat di pisahkan dan harus di artikan sebagai kesatuan yang bulat dan utuh.
JSN 45 sebagai Nilai perjuangan Bangsa Indonesia bertugas“Tetap Melestarikan Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai45 Sebagai Nilai perjuangan Bangsa Indonesia Dalam Upaya Pembangunan Watak Dan Kepribadian Bangsa Sebagai Bangsa Pejuang Melalui Pelaksanaan Gerakan Nasional Kesadaran Kebangsaan Guna Mempersiapkan Warga Negara Terutama Calon-calon Pemimpin Bangsa Yang Berkualitas Dan menciptakan pemimpin Sesuai Cita-cita KebangsaanYang Mampu Mengemban Citra Proklamasi 1945 Serta Menjadi Perekat Berbangsa Dan Bernegara”


A.  PENDAHULUAN
Setiap bangsa didunia mempunyai dasar atau landasan, kekuatan, dan daya dorong bagi perjuangannya, yang berupa jiwa, semangat dan nilai-nilai untuk mencapai cita cita nasionalnya.
Begitu juga Bangsa Indonesia telah memiliki jiwa, semangat dan  nilai-nilai 45 yang merupakan akumulasi nilai-nilai kejuangan bangsa Indonesia. Masalahnya, apakah dalam alam kemerdekaan nilai nilai 45perlu terus digelorakan? Untuk siapa, dimana, kapan, kenapa dan bagaimana manfaatnya? Dengan memahami nilai-nlai 45 diharapkan bisa menjawab masalah tersebut.
Dulu berjuang mengusir musuh yaitu Belanda, sekarang musuhnya multidimensi yaitu kebodohan, kemiskinan, kesejahteraan,keadilan, di sintegrasi dan KKN. Mengapa sepertinya Negara dan pemerintahan kesulitan mengatasi masalah tersebut setelah 65 tahun merdeka?

B. PEMBAHASAN
    A.  Sejarah Perkembangan JSN 45.
        Jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan bangsa Indonesia tidak lahir seketika, tetapi merupakan proses perkembangan sejarah dari zaman kezaman. Artinya, bahwa embrio nilai itu sudah ada dari jaman kerajaan, hanya belum muncul dan di rumuskan. Barulah tercapainya titik kulminasi atau titik puncak pada tahun 1945. nilai-nilai itu di sepakati sebagai dasar/landasan/kekuatan dan daya dorong bagi para pendiri republik Indonesia. 
Untuk memperoleh gambaran tentang nilai-nilai 45 yang berkembang pada setiap zamannya di adakan periodisasi sebagai berikut:

1)  Periode I : Masa sebelum Pergerakan Nasional 
Yaitu saat masa kejayaan kerajaan kerajaan di wilayah nusantara, masuknya berbagai agama serta kedatangan bangsa-bangsa barat. Wilayah nusantara dahulu terdiri dari bebara pakerajaan Hindu, Budha dan Islam yang merdeka dan berdaulat. Kerajaan itu antara lain Sriwijaya, Majapahit dan Mataram. Pada periode ini masuklah beberapa agama yaitu Budha, Hindu, Islam, Kristen yang kemudian di anut oleh penduduk setempat dengan penuh kerukunan. Pada waktu itu sudah mulai timbul jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan timbul yaitu kesadaran harga diri, jiwa merdeka,ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kerukunan hidup umat beragama serta kepeloporan dan keberanian. 

2)  Periode II : Masa Pergerakan Nasional
Yaitu masa pergerakan nasional,masa proses keruntuhan kerajaan-kerajaan nusantara. Masa perlawanan senjata oleh kerajaan-kerajaan nusantara serta masa kebangkitan kembali Bangsa Indonesia dan perlawanan dibidang ideologi politik, ekonomi, sosial dan budaya; penjajahan Jepang dan lahirnya Pancasila. 
Dalam masa ini timbul perlawanan di wilayah nusantara seperti Sultan Agung
Hanyokrokusumo (1628-1629), Sultan Hasanudin (1633-1636), Kapitan Patimura (1817),Pangeran Diponegoro (1825-1830) dan masih banyak lagi. Namun perlawanan tersebut masih bersifat lokal dan tidak ada koordinasi sehingga dengan politik devidee tim percaya yang dilakukan oleh penjajah, perlawanan tersebut mampu di patahkan. 
Dalam tahap perjuangan ini jiwa merdeka semakin menggelora, rasa harga diri bangsa yang tidak mau di jajah menggugah semangat mereka dan perlawanan seluruh masyarakat terhadap penjajah untuk berusaha merebut kembali kedaulatan
dan kehormatan bangsa. 
Sejak itu timbulah jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan, nilai harkat dan martabat manusia, jiwa dan semangat kepahlawanan,kesadaran anti penjajah/ penjajahan, kesadaran persatuan dan kesatuan perjuangan. Pada abad XX perlawanan senjata makin berkurang dan beralih pada perjuangan dengan koordinasi persatuan dan kesatuan pejuang.Tahap perjuangan ini dikenal sebagai Kebangkitan Nasional. Dalam tahap ini timbul pergerakan seperti Budi Utomo (1908), Serikat Dagang Islam/ Serikat Islam (1912) dan juga gerakan emansipasi yang dipelopori RA. Kartini.
Pada tahun 1928 terjadilah sumpah pemuda yang merupakan manifestasi tekad dan keinginan bangsa Indonesia dalam menemukan dan menentukan identitas, rasa harga diri sebagai bangsa, rasa solidaritas menuju persatuan dan kesatuan bangsa lalu menjurus pada kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. 
Jepang menjajah Indonesia tahun 1942-1945. Akibat penjajahan Jepang, rakyat Indonesia mengalami penderitaan. Namun penggemblengan pemuda dapat menimbulkan semangatyang kokoh dan memupuk militansi yang tinggiuntuk merdeka. Penggemblengan oleh Jepang menimbulkan hikmah dan manfaat untuk merebut kemerdekaan.
Pada akhir penjajahan Jepang, tepatnya tangga l1 Juni 1945, IR.Soekarno dalam sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) menyampaikan pokok-pokok pikirannya tentang falsafah bangsa dan negara yang dinamakan PANCASILA.
Perlu di ketahui bahwa tahap perjuangan antara Kebangkitan Nasional dan akhir masa penjajahan Jepang merupakan persiapan kemerdekaan. Jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuanga nsemakin menggelora. 

3)  Periode III : Masa Proklamasi dan Perang Kemerdekaan
Titik kulminasi perjuangan kemerdekaan tercapai dengan Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.Pada 18 Agustus 1945 disahkan PANCASILA sebagai falsafah bangsa dan negara. UUD 1945 sebagai konstitusi negara.
Lahirnya negara Republik Indonesia menimbulkan reaksi pihak Belanda yang ingin menjajah kembali dan mulailah perjuangan yang dasyat dalam segala bidang melalui perjuangan senjata, bidang politik dan diplomasi. Perjuangan ini melahirkan nilai-nilai operasional yang memperkuat jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan yang telah ada sebelumnya, terutama rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka, semangat untuk berkorban demi tanah air, bangsa dan negara. Kemudian berkembang hingga akhir periode ketiga di berinama sebagai Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai 45.

4) Periode IV : Masa Perjuangan Mengisi Kemerdekaan.
Perjuangan masa initidak terbatas waktu karena perjuangan bermaksud mencapai tujuan akhir nasional seperti yang tercantum dalam UUD 1945. Dalam periode ini jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan yang berkembang sebelumnya tetap lestari, yaitu nilai-nilai dasar yang terdapat pada Pancasila, proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Yang akan mengalami perubahan adalah nilai operasional. Secara kuantitatif dalam masa perjuangan mengisi kemerdekaan kemungkinan nilai-nilai ini akan bertambah. Sedangkan secara kualitatif kemungkinan akan mengalami perubahan perubahan sesuai dinamika dan kreatifitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

B.  Rumusan Jiwa,Semangat dan Nilai-nilai Kejuangan 45
1.  Pengertian
Rumusan Jiwa,Semangat dan Nilai-nilai Kejuangan 45 adalah sebagai berikut:
  a. Secara umum, Jiwa adalah sesuatu yang menjadi sumber kehidupan dalam ruang lingkup mahluk Tuhan YME. Jiwa bangsa adalah kekuatan batin yang terkandung dalam himpunan nilai-nilai pandangan hidup suatu bangsa.
b. Semangat adalah manifestasi dinamis atau ekspresi jiwa yang merupakan dorongan untuk bekerja dan berjuang. Jiwa dan semangat suatu bangsa menentukan kualitas nilai kehidupannya.
c.  Nilai adalah suatu penyifatan yang mengandung konsepsi yang diinginkan dan memiliki keefektifan yang mempengaruhi tingkah laku.
d.   Jiwa 45 adalah Sumberkehidupan bagi perjuangan bangsa Indonesia yang
merupakan kekuatan batin dalam merebut kemerdekaan, menegakkan kedaulatan rakyat serta mengisi dan mempertahankannya.
e. Semangat45 adalah Dorongan dan manifestasidinamis dariJiwa 45 yang membangkitkan kemauan untuk berjuang merebut kemerdekaan bangsa, menegakkan kedaulatan rakyat serta mengisi dan mempertahankannya.
f.  Nilai 45 adalah Nilai-nilai yang merupakan perwujudan Jiwa dan Semangat 45 bersifat konseptual yang menjadi keyakinan, keinginan dan tujuan bersama bangsa Indonesia dengan segala keefektifan yang mempengaruhi tindak perbuatan Bangsa dalam merebut kemerdekaan, menegakkan kedaulatan rakyat serta mengisi dan mempertahankannya

2.   Nilai-Nilai Dasar dan Nilai Operasional JSN45
      Nilai-nilai dasar dari JSN 45 dapat dijabarkan sebagai berikut:
   1.Semuanilaiyangterdapatdalam setiapSiladariPancasila
   2.Semuanilaiyangterdapatdalam ProklamasiKemerdekaan17Agustus1945
   3.Semua nilai yang terdapat dalam Undang-Undang Dasar 1945,baik

Pembukaan, Batang Tubuh, maupun Penjelasannya
Nilai-nilai operasional yaitu nilai-nilai yang lahir dan berkembang dalam perjuangan bangsa Indonesia selama ini dan merupakan dasar yang kokoh dan daya dorong mental spiritual yang kuat dalam setiap tahap perjuangan Bangsa seterusnya untuk mencapai Tujuan Nasional Akhir seperti yang tercantum dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar1945 serta untuk mempertahan kandanmengamankansemuahasil yang tercapai dalam perjuangan tersebut adalah sebagai berikut
1)      Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
2)      Jiwa dan semangat merdeka
3)      Nasionalisme
4)      Patriotisme
5)      Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka
6)      Pantang mundur dan tidak kenal menyerah
7)      Persatuan dan kesatuan
8)      Anti penjajah dan penjajahan
9)    Percaya kepada dirisendiridan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri
10)  Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya
11)  Idealismekejuangan yang tinggi
12)  Berani, rela dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa dan Negara
13)  Kepahlawanan
14)  Sepiing pamrih rameing gawe
15)  Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan
16)  Disiplin yang tinggi
17) Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan

C.  Metode Kelestarian Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 45
1. Metode pelestarian jiwa,semangat dan nilai-nilai 45
Secara umum meliputi metode edukasi, metode keteladanan, metode informasi dan
Komunikasi serta metode sosialisasi.
v  Metode Edukasi.
Maksudnya untuk menanamkan dasar yang kuat untuk penghayatan dan
Pengamalan jiwa,semangat dan nilai-nilai 45.
v  Metode Keteladanan
Melalui metode ini kita bias memberikan keteladanan kepada oranglain dalam
Menghayati dan mengamalkan jiwa,semangat dan nilai-nilai 45.
v  Metode Informasi dan Komunikasi
Metode informasi merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sifatnya searah. Tujuannya tidak hanya terbatas memberikan penjelasan saja, tetapi dapat memberi ajakan,dorongan dan motivasi kepada orang lain.
v  MetodeSosialisasi
Metode ini merupakan upaya untuk menyampaikan pesan yang terkandung dalam jiwa, semangat dan nilai-nilai 45dalam ruanglingkup masyarakat.

2.  Polapenerapan metode jiwa, semangat dan nilai-nilai 45.
1. Pendekatan Edukasi
- Jalur keluarga.
Orangtua berkewajiban mendidik anak-anaknya supaya tanggap dan peka terhadap keadaan dan perkembangan lingkungan, pertumbuhan anak-anaknya,
penyebarluasan JSN 45. Hal ini bermaksud agar anak-anak dapat terangsang,
menghayati dan mengamalkannya.
- Jalur Masyarakat.
Sejalan sengan pendidikan formal melalui jalur sekolah hendaknya pendidikan diluar sekolah juga dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Lembaga - lembaga seperti Karang Taruna, Gerakan Pramuka, Perkumpulan Remaja, dsb merupakan wadah wadah yang perlu dimanfaatkan untuk menyebarluaskan JSN 45
- Jalur Sekolah.
Pendekatan edukasi melalui jalur pendidikan formal (sekolah) yang terikat pada ruang, waktu, matapelajaran (kurikulum) dan jenjang persekolahan bertujuan untuk menanamkan JSN 45 melalui proses belajar mengajar.

2.  Pendekatan Keteladanan
- Jalur Keluarga.
Pendekatan ini menyangkut sikap, tingkah laku, serta penghayatan dan pengamalannya. Keteladanan orangtua sangat menentukan karena secara naluri pastiakan di ikuti oleh anak - anaknya.
- Jalur Sekolah.
Merupakan forum pendidikan formal yang memegang peran utama dalam usaha melestarikan JSN 45. Terutama dalam upaya guru sebagai pendidik dan tokoh panutan sangat berperan menciptakan kondisi yang memungkinkan para anak didik akan dapat menghayati dan mengamalkan JSN 45.
- Jalur Masyarakat.
Melalui jalur masyarakat peranan dan keteladanan tokoh-tokoh masyarakat, para pemimpinin formal yang berada ditengah-tengah lingkungan masyarakat sangat membantu dan menentukan untuk penghayatan dan pengamalan JSN 45.

3.  Pendekatan Informasi dan Komunikasi.
- Jalur Keluarga.
Iklim yang sejuk dalam keluarga akan membantu dalam pelaksanaan kelestarian JSN 45
- Jalur Sekolah.
Dalam lingkungan sekolah perlu adanya iklim keterbukaan dari kedua belah pihak yaitu pendidik dan peserta didik dan diharapkan mereka mampu mendalami dan mengerti JSN45
- Jalur Masyarakat.
Penyampaian pesan melalui keteladanan kepada masyaraka tjuga menyangkut
Hubungan timbal balik antara pemimpin dan yang dipimpin.

4. Pendekatan Sosialisasi.
- Maksud pendekatan sosialisasi yaitu agar masyarakat mengerti, menghayati dan selanjutnya mengamalkan JSN 45

5. Pendekatan Jalur Agama
- Kecuali yang telah kita uraikan,masih ada jalur lain yang mampu dimanfaatkan yakni jalur agama. Pelestarian JSN 45 akan lebih mudah dalam kehidupan beragama, demikian pula Alim Ulama dan tokoh-tokoh agama sangat menentukan kelestarian JSN 45.

C.  KESIMPULAN
Bahwa JSN 45 sebagai nilai–nilai kejuangan sudah berlangsung lama hanya saja mencapai titik kulminasinya pada tahun 1945. JSN sudah terbukti mampu membela dan menegakkan NKRI dan lepas dari penjajahan, serta perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Berbagai krisis yang menimpa bangsa Indonesia dewasa ini dalam banyak hal disebabkan oleh lunturnya JSN 45, terutama dikalangan pemimpinan dan elitpolitik.

D.  DAFTARPUSTAKA
· http://fisipunipassingaraja.blogspot.com/2009/09/dialog-memahami-nilainilai-
45-bpp_01.html
· http://jakarta45.wordpress.com/2008/12/07/pengertian-jsn-jiwa-semangatnilai2-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KODE ETIK GURU

KODE ETIK GURU ABSTRAK Guru Indonesia selalu tampil secara professional dengan tugas utama mendidik,mengajar,membimbing,mengarahkan...